Sayangi jantung anda

WASPADA PENYAKIT JANTUNG

FAKTOR RISIKO, GEJALA, PENGOBATAN, DAN PENCEGAHAN


Jantung (bahasa Latin: cor) adalah sebuah rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah dengan kontraksi berirama yang berulang. Darah menyuplai oksigen dan nutrisi pada tubuh, juga membantu membuang sisa-sisa metabolisme. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah, terletak di rongga dada agak sebelah kiri.

Secara umum fungsi jantung yang utama adalah memompa darah ke seluruh tubuh dan menampungnya kembali setelah dibersihkan oleh organ paru-paru. Hal ini berarti bahwa fungsi jantung manusia adalah sebagai alat atau organ pemompa darah pada manusia. Pada saat itu, jantung membawa darah yang mengandung tinggi oksigen dan dialirkan ke seluruh tubuh, lalu membawa kembali hasil metabolisme (karbondioksida) dari seluruh tubuh dan memompanya ke paru-paru agar karbondioksida dapat dibuang keluar tubuh. Lalu darah yang mengandung oksigen yang tinggi akan kembali dipompa ke jantung untuk diteruskan ke seluruh tubuh manusia.

Penyakit jantung adalah penyakit mematikan no 1 di dunia karena pola hidup yang kurang sehat.

Penyakit jantung koroner termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Federasi Jantung Dunia memperkirakan angka kematian akibat penyakit jantung koroner di Asia Tenggara mencapai 1,8 juta kasus pada tahun 2014. Di Indonesia sendiri pada tahun 2013 tercatat ada setidaknya 883.447 orang yang terdiagnosis penyakit jantung koroner dengan mayoritas penderita berusia 55-64 tahun. Angka kematian akibat penyakit jantung pun cukup tinggi, yakni sekitar 45 persen dari seluruh angka kematian di Indonesia.

Penyakit arteri koroner atau yang dikenal juga sebagai penyakit jantung aterosklerosis, penyakit jantung koroner, atau penyakit jantung iskemik adalah suatu penyakit yang terjadi ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung. Masalah ini dapat berdampak akibat penumpukan plak di arteri.

Serangan jantung terutama disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Pada penyakit jantung koroner, sejenis lilin yang disebut plak terbentuk di bagian dalam arteri jantung. Hal ini disebut atherosclerosis. Plak tersebut terbentuk dari kolesterol dan sel-sel lainnya. Jumlah plak meningkat perlahan-lahan dan membuat bagian dalam pembuluh darah menyempit. Sedikit darah dapat mengalir melaluinya dan keping darah dapat menumpuk di depan plak yang dapat membuat penggumpalan. Jika penggumpalan pecah dan tersendat di bagian pembuluh darah yang menyempit, maka serangan jantung terjadi. Kebanyakan penyakit jantung koroner yang menyebabkan terjadinya serangan jantung dikarenakan perilaku dan gaya hidup penderita. Hal ini termasuk makan makanan tidak sehat, kurang pergerakan tubuh, merokok dan banyak minum minuman beralkohol.

FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER

Tidak ada penyebab tunggal PJK, tetapi ada faktor-faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena PJK. Ada dua faktor risiko penyakit jantung koroner, yakni yang dapat diubah dan yang tidak dapat diubah.

Faktor risiko yang dapat diubah antara lain:

  • Merokok
  • Perokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit jantung. Karbon monoksida dalam asap rokok dan kandungan nikotin pada rokok dapat meningkatkan risiko munculnya gumpalan darah serta memacu jantung untuk bekerja lebih cepat sehingga membebani jantung. Senyawa kimia lain dari asap rokok juga dapat merusak dinding arteri jantung yang akan memicu terjadinya penyempitan. Perokok mempunyai risiko 24 persen lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak merokok sama sekali.

  • Kadar kolestrol tinggi
  • Kolesterol terbagi dalam dua jenis, yaitu kolesterol baik (HDL) dan kolesterol jahat (LDL). Kolesterol jahat mudah menggumpal dan menempel pada dinding pembuluh darah. Karena itu, kadar LDL yang tinggi dapat membentuk plak yang menyebabkan aterosklerosis. Kadar LDL yang normal dalam darah adalah di bawah 3 mmol/L atau 115 mg/dl untuk orang dewasa serta 2 mmol/L atau 77mg/dl untuk orang yang memiliki risiko tinggi.

  • Hipertensi
  • Pembuluh koroner akan menjadi lemah jika hipertensi tidak ditangani.

  • Diabetes
  • Pada diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 yang tidak terkendali, kadar glukosa dalam darah yang tinggi merusak dinding pembuluh koroner. Penderita diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung koroner.

  • Kurang berolahraga
  • Olahraga atau aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan menurunkan risiko PJK.

  • Obesitas
  • Orang obesitas dengan bentuk badan besar di tengah (seperti buah apel) lebih berisiko mengalami masalah kesehatan seperti PJK, sehingga sangat perlu untuk menurunkan berat badan.

Faktor risiko penyakit jantung yang tidak dapat Anda ubah antara lain: usia, jenis kelamin laki-laki dan memiliki riwayat keluarga penderita penyakit jantung. Sebagian orang dari suku bangsa dan budaya tertentu juga lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner. Namun Anda dapat menurunkan faktor risiko PJK secara keseluruhan dengan cara menjalankan pola hidup sehat dan konsumsi obat-obatan atau suplemen tambahan yang dianjurkan.

PROSES PEMBENTUKAN PLAK ATEROSKLEROSIS

GEJALA PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN SERANGAN JANTUNG

  • Nyeri pada dada, dikarenakan otot jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen dan darah yang cukup yang membuat jantung tersebut menjadi nyeri. Biasanya disertai dengan rasa seperti jantung diremas-remas dan menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, punggung, dan juga perut.

  • Mengeluarkan keringat, padahal anda tidak sedang melakukan kegiatan. Umumnya area telapak tangan yang sering keluar keringat.

  • Merasa lelah berlebihan, juga bisa menjadi indikasi awal dari penyakit jantung padahal sebelumnya anda tidak melakukan aktifitas fisik yang berat.

  • Sesak nafas, karena kontraksi otot jantung yang tidak normal bisa berdampak ke paru-paru sehingga akan menyebabkan anda sesak nafas.

  • Jantung berdebar-debar, tanpa sebab, rasanya seperti habis berlari.

  • Cemas, orang yang dihinggapi rasa cemas biasanya memikirkan kondisi tubuhnya tentang penyakit tersebut ada baiknya anda menenangkan diri karena rasa cemas justru akan menganggu jantung anda.

  • Sakit kepala, pada gejala awal penyakit jantung biasanya sangat menyakitkan. Ini terjadi karena aliran darah ke otak terganggu dan tidak normal.

  • Nafsu makan menurun, biasanya juga disertai mual dan muntah-muntah.

  • Bagian tubuh membengkak, jika terdapat salah satu bagian tubuh membengkak tanpa sebab anda wajib berhati-hati segera lakukanlah antisipasi.

PENANGANAN PERTAMA PADA SERANGAN JANTUNG

Jika seseorang mengalami gejala serangan jantung (MCI), maka bisa lakukan hal berikut ini:

  1. Duduklah atau berbaring (Buat posisi pasien senyaman mungkin).
  2. Hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan.Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung.

  3. Berikan Oksigen 4 liter permenit (Jika tersedia).

  4. Telepon nomor darurat untuk meminta pertolongan.
  5. Segera hubungi rumah sakit terdekat atau minta orang lain untuk menghubungi ambulans. Jangan buang waktu untuk segera telepon dokter pribadi, teman atau anggota keluarga lainnya.

  6. Jika dokter telah memberikan tablet Nitroglyserin/Nitrat, segera minum obat tersebut/letakan dibawah lidah (Sesuai yang dianjurkan dokter).
  7. Obat tersebut bisa dikonsumsi setiap 5 menit sekali satu tablet sampai rasa sakitnya hilang. Jangan mengkonsumsi tablet Nitroglyserin/Nitrat jika tidak diberikan dokter.

  8. Mengunyah aspirin dan Clopidogrel asal tidak mengalami alergi.
  9. Aspirin akan menghambat penggumpalan darah dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan risiko kematian hingga 25 persen.

  10. Kenali tanda-tanda serangan jantung dan bawa selalu obat-obatan yang diberikan dokter.
  11. Pertolongan yang cepat bisa mencegah kerusakan serius pada jantung dan memungkinkan pasien untuk bertahan hidup.

  12. Segera bawa penderita ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

PENGOBATAN PENYAKIT JANTUNG

Hal yang dapat dilakukan dalam pengobatan penyakit jantung:

  1. Pemberian Obat-Obatan
  2. Pemberian obat-obatan dari golongan statin, antiplatelet, dan anti-hipertensi oleh dokter bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit jantung dan mencegah terjadinya serangan jantung.

  3. Intervensi Jantung Perkutan (PCI) atau Angioplasti Koroner
  4. Operasi ini bertujuan untuk memperlebar arteri jantung yang mengalami penyempitan. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan balon kecil pada bagian luar arteri untuk menyingkirkan jaringan lemak yang mempersempit arteri. Dengan demikian, aliran darah dapat menjadi lancar. Setelah itu cincin (stent) dipasang dalam arteri agar tidak menyempit kembali.

  5. Bedah bypass arteri jantung (CABG)
  6. Prosedur operasi ini meliputi penanaman pembuluh darah dari anggota tubuh lain untuk membuka rute baru bagi aliran darah ke jantung sehingga suplai darah mencukupi. Penderita diabetes, pasien lanjut usia dan yang mengalami lebih dari dua penyempitan pembuluh darah dianjurkan untuk menjalani CABG daripada PCI.

  7. Transplantasi Jantung
  8. Tindakan ini akan dilakukan jika kondisi jantung sudah sangat parah dan obat tidak dapat mengatasi masalah tersebut. Tranplantasi jantung dilakukan dengan cara mengganti jantung yang telah rusak dengan jantung yang sehat dari donor.

PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG

Penyakit jantung koroner dapat dicegah. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan sederhana yang dapat Anda lakukan:

  • Berhenti merokok.

  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga secara teratur (minimal 2-3 jam seminggu) dan menjaga pola makan (misalnya lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran dan mengurangi makanan bersantan). Selain itu, jaga berat badan agar seimbang dan kurangi konsumsi alkohol.

  • Mengontrol tekanan darah tinggi, misalnya dengan cara mengonsumsi makanan rendah garam dan obat atau suplemen anti-hipertensi secara teratur.

  • Mengontrol kadar gula darah, misalnya dengan cara membatasi konsumsi makanan manis dan memantau perkembangan diabetes.

  • Menjaga kadar kolesterol, terutama untuk orang yang berusia di atas 40 tahun. Langkah ini dapat dilakukan dengan menghindari makanan berlemak seperti rendang, opor ayam, atau gorengan. Dapat juga dengan mengkonsumsi obat-obatan atau suplemen penurun kolesterol.

KINI TELAH HADIR DI INDONESIA!


LifePharm Omega 3+ merupakan suplemen kesehatan unik yang mengandung kombinasi lengkap dari Omega Fatty Acids 3 (EPA dan DHA), 6, 9, CoQ10 Extended Release, Vitamin K2, serta LifePharm Fertilized Avian Egg Extract yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan sirkulasi darah Anda.

*Hasil yang didapat setiap orang berbeda–beda tergantung kondisi tubuh masing–masing.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Omega 3+, klik disini

MANFAAT OMEGA 3+ BAGI KESEHATAN JANTUNG

  • Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah

  • Membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah

  • Membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah

  • Memperlancar sirkulasi darah

  • Mencegah oksidasi radikal bebas

  • Membantu menstabilkan tekanan darah

  • Mengoptimalkan kerja pompa jantung

  • Meningkatkan metabolisme lemak sehingga produksi energi meningkat dan dapat menurunkan berat badan

*Hasil yang didapat setiap orang berbeda–beda tergantung kondisi tubuh masing–masing.

Untuk melihat testimoni Omega 3+, klik disini



CINTAI JANTUNG ANDA, CINTAI KELUARGA!

PASTIKAN MINUM OMEGA 3+ DARI LIFEPHARM SETIAP HARI MULAI DARI SEKARANG!!